INDUSTRI KARET

Karet merupakan polimer penting yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi produk, seperti pada peralatan rumah tangga, produk alas kaki, perlengkapan konstruksi, dan otomotif. Chemindo Interbuana sebagai distributor bahan kimia karet Indonesia menyediakan produk dan solusi aplikasi lengkap untuk menjadi referensi pelanggan

Produk Polimer

Industri Karet

Ethylene Propylene Dyne Methylene (EPDM)

Karet EPDM merupakan terpolimer amorf. Polimer ini memiliki kestabilan yang baik saat di proses pada suhu tinggi. Karena struktur dan komposisinya, polimer EPDM juga tahan terhadap ozon dan pelapukan. Senyawa ini umumnya cocok untuk aplikasi luar ruangan atau tingkat ozon yang tinggi tanpa memerlukan anti oksidan. EPDM dapat diaplikasikan pada ban dalam untuk meningkatkan ketahanan pada suhu rendah, penuaan, dan karakteristik pemrosesan.

Styrene Butadiene Rubber (SBR)

SBR adalah elastomer yang umum digunakan. Karet ini adalah kopolimer butadiena yang mengandung 10- 25% stirena. Kandungan stirena ini akan meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap abrasi, mengurangi harga, dan meningkatkan kompatibilitas dengan bahan campuran lainnya. SBR memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap cairan rem dan pelapukan saat dilindungi oleh aditif.

Nitrile Butadiene Rubber (NBR)

NBR adalah karet sintetis yang memiliki ketahanan yang baik terhadap minyak, bahan bakar, dan bahan kimia lainnya, namun tidak tahan terhadap pelapukan dan ozon. Semakin tinggi kandungan nitrilnya, semakin besar ketahanannya terhadap minyak tetapi semakin rendah fleksibilitasnya. Biasa digunakan di industri otomotif, gasket, oil seal, o-ring, selang mesin dan suku cadang lainnya.

Isoprene Rubber (IR)

IR karet komersial yang banyak digunakan. Karet ini didapatkan dalam bentuk lateks dari pohon karet (NR) atau diproduksi secara sintetis dengan polimerisasi 1-metil-1,3-butadiena (IR). Poliisoprena merupakan pilihan yang sangat baik untuk aplikasi pada suhu ruangan dan suhu rendah. Elastisitas, ketahanan terhadap tekanan, dan ketahanan abrasi yang sangat baik di atas suhu normal. Kelemahannya adalah Isoprena memiliki ketahanan yang buruk terhadap ozon, bensin dan banyak pelarut organik lainnya.

Solution SBR (SSBR)

SSBR adalah jenis SBR dengan struktur molekul khusus. Dengan kemampuan proses yang baik dan sifat properti yang dinamis. banyak digunakan untuk ban berperforma tinggi dan hemat bahan bakar.

Butyl Rubber (IIR)

IIR adalah kopolimer isobutilen dan mengandung sebagian kecil isoprena, yang menyediakan area tak jenuh untuk proses vulkanisasi. Polimer ini memiliki permeabilitas gas yang sangat rendah dan ketahanan yang luar biasa terhadap UV, oksigen dan ozon. IIR  juga memiliki ketahanan terhadap bahan kimia dan stabilitas suhu yang sangat baik. Biasa digunakan untuk ban dalam.

Bromobutyl (BIIR)

BIIR adalah kopolimer isobutilen serta sejumlah kecil isoprena brominasi yang menyediakan area tak jenuh untuk proses vulkanisasi. Elastomer ini memiliki banyak atribut karet butil, termasuk permeabilitas gas dan kelembapan yang rendah, peredam getaran yang baik, ketahanan yang sangat baik terhadap penuaan dan pelapukan. Karet ini yang paling banyak digunakan untuk ban dalam sepeda, truk, ban industri, pertanian, karet seal, membran, lapisan tangki, sabuk konveyor, dudukan mesin, dll.

Chlorobutyl Rubber (CIIR)

CIIR adalah kopolimer isobutilen terklorinasi dan isoprena dalam jumlah kecil yang menyediakan area tak jenuh untuk vulkanisasi. Area yang diklorinasi menjadi lebih reaktif sehingga memberikan curing time lebih cepat dengan daya rekat yang lebih baik pada karet dan logam tak jenuh. CIIR juga tahan terhadap cuaca, ozon, bahan kimia dan pelapukan sehingga banyak digunakan pada lapisan tangki, sabuk konveyor dan pakaian pelindung.

Produk Kimia

Industri Karet

Accelerator

Akselerator adalah bahan penting dari proses vulkanisasi. Akselerator akan meningkatkan rasio kematangan kompon dan efisiensi ikatan belerang dengan makromolekul karet dalam bentuk ikatan silang. Akselerator secara signifikan mengurangi waktu dan suhu yang dibutuhkan untuk vulkanisasi, serta mengurangi kandungan sulfur dalam senyawa karet.

Activator

Aktivator adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengaktifkan akselerator. Bahan-bahan ini mengurangi waktu vulkanisasi (curing time) dengan meningkatkan kematangan kompon.

Antidegradant

Antidegradant adalah zat pelindung polimer dengan cara memperlambat proses penuaan atau degradasi saat terpapar lingkungan degradatif seperti: penyimpanan, oksigen, panas, sinar UV, pelapukan, ozon, dll.

Antioxidant

Antioksidan digunakan untuk melindungi polimer dari degradasi yang disebabkan oleh oksigen.

Antiozonant​

Antiozonant adalah bahan kimia yang mencegah kerusakan kompon akibat ozon.

Peptizing Agent

Peptizing Agent ​adalah aditif dalam industri karet yang membantu proses mastikasi bahan baku karet dan mengurangi waktu proses mastikasi. Penggunaan Peptizing Agent dapat menghemat energi yang digunakan serta menambah kapasitas mesin untuk memproses bahan baku karet. Peptizing Agent banyak digunakan pada saat pemrosesan karet alam karena tidak mempengaruhi proses vulkanisasi dan sifat dari kompon karet yang dihasilkan.

Plasticizer

Plastisizer  merupakan salah satu bahan baku pada saat pembuatan kompon karet . Bahan ini digunakan untuk memudahkan pemrosesan bahan baku karet dengan menurunkan viskositas senyawa karet, dan juga untuk membantu pemrosesan bahan baku pada suhu yang lebih rendah.

Processing Aid​

Processing Aid​​ adalah bahan yang mempercepat proses pemecahan ikatan rangkap suatu polimer. Processing Aid juga membantu untuk mencampurkan bahan additif kompon karet. Menambah Processing Aid dalam proses peracikan dapat mengurangi biaya dan konsumsi energi selama pemrosesan.

Retarders

Retarder dapat mengurangi kecepatan curing time pada fase awal proses vulkanisasi. Retarder juga dapat meningkatkan keamanan pada saat proses pembuatan kompon.

Rubber Processing Oil

Rubber processing oil digunakan selama pencampuran kompon karet. Minyak ini bisa berupa minyak alami atau sintetik, untuk membantu dalam meningkatkan dispersi bahan pengisi dan properti kompon karet. Ada 3 jenis pelumas pengolahan karet yang biasa digunakan untuk produksi: aromatik, parafinik, dan naphtenic.

Calcium Carbonate

Kalsium karbonat digunakan sebagai bahan pengisi pada proses pembuatan kompon karet yang dapat meningkatkan sifat kekakuan polimer. Bahan  ini juga membantu mengurangi biaya bahan produksi.

Silica

Silika digunakan sebagai bahan pengisi yang menambah kekakuan pada hasil produksi kompon karet. Selain meningkatkan kekakuan polimer, bahan ini juga membantu mengurangi biaya bahan baku produksi. Silika dikombinasikan dengan carbon black sebagai bahan pengisi kompon karet yang dapat menambah sifat kekuatan dari kompon tersebut.

Zinc Oxide

Zinc oxide (ZnO) adalah aktivator pada proses vulkanisasi yang menggunakan bahan pembantu belerang. Penggunaan bahan ini dapat meningkatkan efisiensi proses vulkanisasi.

Hubungi Kami Untuk Mendapatkan

Technical Data Sheet (TDS) atau Technical Support

.
Scroll to Top
Open chat