Proses untuk memastikan sebuah produk barang atau jasa telah memenuhi kualitas standar yang diinginkan, adalah hal penting dalam bisnis. Karena itulah keberadaan quality assurance dibutuhkan.
Lalu apa sebenarnya pengertian quality assurance, bagaimana cara kerjanya dan standar-standar apa yang dibutuhkan untuk menerapkannya? Pembahasan kali ini akan mengupasnya secara lengkap.
Pengertian Quality Assurance dan Perannya dalam Dunia Bisnis

inceptum-oss.com
Demi dapat memenangkan persaingan, sebuah bisnis harus bisa memastikan produk yang dikeluarkan merupakan produk yang memang dicari, dibutuhkan dan disukai oleh konsumen.
Produk yang dibuat secara asal-asalan tanpa adanya standar dan kepastian mutu yang jelas, akan sangat berisiko terhadap perusahaan.
Tidak hanya merugikan dari sisi penjualan, produk tidak bermutu bahkan bisa membuat perusahaan dituntut oleh konsumen.
Di situlah peran quality assurance sangat dibutuhkan dalam bisnis. Keberadaannya diharap mampu menjaga standar kualitas perusahaan, menaikkan kredibilitas di mata konsumen, membangun sistem kerja yang efektif dan efisien, serta membuat perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Pengertian quality assurance adalah sebuah proses sistematis untuk memberikan jaminan (assurance) bahwa produk barang atau jasa yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas (quality) yang ditentukan.
Tujuan dari quality assurance adalah untuk menghindari kesalahan, cacat atau kegagalan dalam sebuah produk, dan memastikan bahwa produk tersebut dapat memenuhi ekspektasi pelanggan.
Dalam prosesnya, quality assurance akan mengidentifikasi dan memperbaiki setiap masalah atau kelemahan dalam proses produksi, termasuk mengeliminasi tahapan produksi yang tidak perlu.
Selain itu juga akan dilakukan pengawasan terhadap umpan balik konsumen pengguna produk, untuk memutuskan apakah produknya akan terus diproduksi, diperbaiki, atau dihentikan produksinya.
Sejarah Awal Quality Assurance

flickr.com
Quality assurance atau jaminan kualitas memiliki sejarah yang panjang dan terus berkembang seiring dengan perkembangan dunia bisnis.
Berikut adalah beberapa fase penting dalam sejarah awal quality assurance.
Fase Tanpa Mutu
Fase ini berlaku sebelum era revolusi industri, di mana jumlah produsen atau perusahaan masih sangat sedikit, dan persaingan kualitas produk antar perusahaan belum terlalu ketat.
Pada fase ini konsumen tidak punya banyak pilihan, sehingga harus bisa menerima kualitas apa pun yang ditawarkan, yang penting kebutuhannya dapat terpenuhi.
Fase Inspeksi
Fase ini berlangsung sekitar abad ke-18 sampai abad ke-19, di mana persaingan industri mulai muncul dan produk-produk sejenis beredar luas di masyarakat.
Pada era yang disebut sebagai zaman revolusi industri ini, mulai dilakukan inspeksi terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Produk yang rusak atau cacat tidak akan dilepas ke pasar.
Fase Pengendalian Mutu
Dimulai sekitar tahun 1920 – 1930, fase ini mulai menerapkan deteksi dini terhadap kualitas produk dengan memakai metode statistik.
Apabila terjadi penyimpangan dalam atribut proses produksi maupun produk yang dihasilkan, dapat segera dilakukan perbaikan terhadap proses dan sistem produksinya.
Fase Quality Assurance
Fase ini bermula sejak tahun 1960-an, di mana konsep Total Quality Control (TQC) mulai diperkenalkan oleh Armand Feigenbaum.
Armand Feigenbaum mengelompokkan penjaminan kualitas produk ke dalam 3 pengendalian:
- Pengendalian rancangan produk
- Pengendalian bahan baku produksi
- Pengendalian produk yang dihasilkan
Dengan penerapan jaminan mutu, pengendalian kualitas diawasi ketat sejak tahap perancangan produk dan berakhir saat produk tersebut telah sampai ke tangan konsumen.
Pada fase ini perusahaan-perusahaan sudah bisa memastikan bahwa produk-produk yang dihasilkan hanyalah yang berkualitas saja, baik produk berupa barang atau jasa.
Perkembangan Quality Assurance pada Era Modern

ro-ra.com
Era modern dalam perkembangan jaminan mutu dimulai pada tahun 1980-an. Pada masa ini mutu tidak hanya dihasilkan dari proses produksi, namun juga dari organisasi secara keseluruhan.
Perusahaan harus bisa menjamin setiap aspek produksi memberikan jaminan kualitas yang telah distandarkan, dari mulai pemasok sampai after sales.
Pendekatan yang digunakan untuk menjamin kualitas adalah proses peningkatan kinerja terus-menerus, dari level pimpinan perusahaan sampai yang terbawah, untuk memenuhi bahkan melampaui ekspektasi konsumen.
Pada tahun 1987 perkembangan quality assurance memasuki babak baru ketika International Organization for Standardization (ISO) mengeluarkan standar ISO 9000.
ISO merupakan badan standar internasional non pemerintah yang berdiri sejak tahun 1926 dan beranggotakan wakil-wakil dari berbagai negara.
ISO 9000 adalah kumpulan standar internasional untuk memastikan sebuah organisasi, lembaga, atau perusahaan mampu memenuhi kebutuhan konsumen, baik dalam produk berupa barang maupun jasa.
Sejak penerbitan ISO 9000, quality assurance menjadi salah satu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari berbagai industri maupun bisnis di seluruh dunia.
Tren Terbaru dalam Quality Assurance

eastekinternational.com
Saat ini penerapan quality assurance terbagi dalam 3 jenis yang umum digunakan, yaitu:
1. Hospitality Quality Assurance
Jaminan mutu jenis ini diterapkan untuk industri jasa pelayanan yang berkaitan erat dengan pariwisata.
Contoh dari industri hospitality adalah bisnis hotel dan penginapan, yang mengharuskan keramahan dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan.
2. Total Quality Assurance
Penerapan jenis kedua adalah total quality assurance yang bisa dipakai oleh berbagai perusahaan, baik bidang produksi barang, atau bidang jasa.
Jaminan mutu jenis ini diterapkan secara total dan menyeluruh atas kualitas produk, serta dapat berupa proses jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Software Quality Assurance
Jenis ketiga ini khusus untuk produk digital yang dihasilkan oleh perusahaan teknologi. Di era internet saat ini, kebutuhan akan perangkat lunak (software) berkualitas menjadi sangat penting.
Karena itulah kemudian dikembangkan software quality assurance untuk menjamin mutu dari berbagai produk digital yang akan dipasarkan secara luas.
Sumber:
– A Study on the Quality Assurance of Higher Education: Perspectives of Faculty Members” oleh T.H. Kim dan K.S. Kim yang dipublikasikan di jurnal Quality Assurance in Education pada tahun 2017.
– Quality Assurance Practices and Perceptions of Construction Industry Professionals” oleh A. Ahmed dan S. Azhar yang dipublikasikan di jurnal Journal of Construction Engineering and Management pada tahun 2019.
– Total Quality Management and Business Excellence: The Best Practice Model for Quality Assurance in Higher Education” oleh R. Ramli dan N. Mustaffa yang dipublikasikan di jurnal Total Quality Management and Business Excellence pada tahun 2017.
– Quality Assurance and Its Role in Enhancing Service Quality in Higher Education” oleh T. Ooi dan K. Arumugam yang dipublikasikan di jurnal Quality Assurance in Education pada tahun 2017.
– The evolution of quality management: a historical review” oleh J.M. Juran yang dipublikasikan di jurnal Total Quality Management pada tahun 1999.
– A brief history of quality management: From quality control to strategic management” oleh J. Oakland yang dipublikasikan di jurnal Total Quality Management and Business Excellence pada tahun 2014.
